Back

Vegetarian

Buddhist Worship

Slide 1
"Kamu Buddhis berarti vegetarian, donk?"

Slide 2
Kamu pasti sering banget ditanya pertanyaan ini ketika kamu bilang kalau kamu beragama Buddha.
"Kamu Buddha ya, berarti ga makan daging?"
"Oh kamu agama Buddha, ga makan daging sapi donk?"
"Agama Buddha itu bukannya harus vegetarian ya? Kok kamu makan daging sih?"

Slide 3
Faktanya nih BWers, Buddha tidak pernah mengharuskan umat-Nya untuk vegetarian. Dikutip dari buku Bhante Dhammananda yg berjudul Keyakinan Umat Buddha, dalam ajaran Buddha makan ikan dan daging itu tidak membuat manusia menjadi tidak murni. Justru kefanatikan, iri hati, kesombongan, dan niat, perbuatan serta pikiran manusia yang buruk itulah yang membuat manusia menjadi tidak murni.

Slide 4
Namun dalam Vinaya Pitaka, Sang Buddha pernah memberikan nasihat kepada para bhikkhu untuk menghindari memakan 10 jenis daging, yaitu daging manusia, ular, gajah, kuda, anjing, singa, harimau, macan tutul, beruang dan hyena.

Slide 5
"Gimana sih min, katanya tadi Sang Buddha tidak mengharuskan, kok itu ada 10 hewan yang ga boleh dimakan?"
Eittss sebentar Bwers, Sang Buddha hanya memberikan nasihat untuk "menghindari" memakan 10 jenis daging tersebut. Dan hal ini pun diucapkan oleh Sang Bhagava untuk kehormatan dan perlindungan diri para bhikkhu karena beberapa hewan akan menyerang orang bila mencium daging jenis mereka sendiri.

Slide 6
Satu satunya nasihat yang diberikan Sang Buddha adalah, para pengikutNya tidak melihat dan mendengar jeritan dari mahkluk yang dibunuh dan meminta orang lain untuk membunuh makhluk hidup apapun untuk mereka.

Slide 7
Jadi udah jelas ya BWers, agama Buddha merupakan agama yang bebas dan Sang Buddha pun menyerahkan keputusan mengenai vegetarian ini kepada umatNya. Tidak ada aturan yang dibuat Sang Bhagava dimana kita tidak boleh makan daging. Beliau hanya memberi nasihat dan memberikan saran seperti di slide sebelumnya.

Slide 8
Kamu ada cerita menarik mengenai "vegetarian" ini BWers? Yuk, comment di bawah ya ????????

Sumber : Keyakinan Umat Buddha, karya Bhante Dhammananda

@pricillia.metta